Monday, December 01, 2008

Menjadi Diri Sendiri

Alkisah, di puncak sebuah mercusuar, tampak lampu mercusuar yang gagah dengan sinarnya menerangi kegelapan malam. Lampu itu menjadi tumpuan perahu para nelayan mencari arah dan petunjuk menuju pulang.

Dari kejauhan, pada sebuah jendela kecil di rumah penjaga mercusuar, sebuah lampu minyak setiap malam melihat dengan perasaan iri ke arah mercusuar. Dia mengeluhkan kondisinya, “Aku hanyalah sebuah lampu minyak yang berada di dalam rumah yang kecil, gelap dan pengap. Sungguh menyedihkan, memalukan, dan tidak terhormat. Sedangkan lampu mercusuar di atas sana, tampak begitu hebat, terang dan perkasa. Ah….Seandainya aku berada di dekat mercusuar itu, pasti hidupku akan lebih berarti, karena akan banyak orang yang melihat kepadaku dan aku pun bisa membantu kapal para nelayan menemukan arah untuk membawanya pulang ke rumah mereka dan keluarganya.”

Suatu ketika, di suatu malam yang pekat, petugas mercusuar membawa lampu minyak untuk menerangi jalan menuju mercusuar. Setibanya di sana, penjaga itu meletakkan lampu minyak di dekat mercusuar dan meninggalkannya di samping lampu mercusuar. Si lampu minyak senang sekali. Impiannya menjadi kenyataan. Akhirnya ia bisa bersanding dengan mercusuar yang gagah. Tetapi, kegembiraannya hanya sesaat. Karena perbandingan cahaya yang tidak seimbang, maka tidak seorang pun yang melihat atau memperhatikan lampu minyak. Bahkan, dari kejauhan si lampu minyak hampir tidak tampak sama sekali karena begitu lemah dan kecil.

Saat itu, lampu itu menyadari satu hal. Ia tahu bahwa untuk menjadikan dirinya berarti, dia harus berada di tempat yang tepat, yakni di dalam sebuah kamar. Entah seberapa kotor, kecil dan pengapnya kamar itu, tetapi di sanalah lebih bermanfaab. Sebab, meski nyalanya tak sebesar mercusuar, lampu kecil itu juga bisa memancarkan sinarnya menerangi kegelapan untuk orang lain. Lampu kini tahu, sifat iri hati karena selalu membandingkan diri dengan yang lain, justru membuat dirinya tidak bahagia dan memiliki arti.


Pembaca yang budiman,
Hidup kita tentu akan menderita jika merasa diri sendiri selalu lebih rendah dan kecil. Maka, tidak akan tenang hidup jika kita selalu membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain dan menganggap orang lain lebih hebat. Apalagi, jika kita kemudian secara membuta mencoba menjadi orang lain.
Meniru orang memang sah dan boleh saja. Namun, belajarlah dari orang lain dari sisi yang baik saja, tentu dengan tanpa mengecilkan dan meremehkan diri sendiri.
Karena itu, apapun keadaan diri, kita harus senantiasa belajar bersyukur dan tetap bangga menjadi diri sendiri. Selain itu, kita juga butuh melatih dan memelihara keyakinan serta kepercayaaan diri. Dengan menyadari kekuatan dan kelebihan yang kita miliki, dan mau berjuang selangkah demi selangkah menuju sasaran hidup yang telah kita tentukan, ditambah bekal kekayaan mental yang kita miliki, pastilah kemajuan dan kesuksesan yang lebih baik akan kita peroleh.

Jadilah diri sendiri! Be your self!
Salam sukses luar biasa!!!

source by http://www.andriewongso.com

Thursday, November 06, 2008

You Always Be My Baby

We were as one babe
For a moment in time
And it seemed everlasting
That you would always be mine
Now you want to be free
So I'm letting you fly
Cause I know in my heart babe
Our love will never die
No!
You'll always be a part of me
I'm a part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling cause you'll always be my baby
And we'll linger on
Time can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling cause you'll always be my baby
I ain't gonna cry no
And I won't beg you to stay
If you're determined to leave girl
I will not stand in your way
But inevitably you'll be back again
Cause ya know in your heart babe
Our love will never end no
You'll always be a part of me
I'm part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling cause you'll always be my baby
And we'll linger onTime can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling cause you'll always be my baby
I know that you'll be back girl
When your days and your nights get a little bit colder oooohhh
I know that, you'll be right back, babe
Ooooh! baby believe me it's only a matter of time
You'll always be a part of me
I'm part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling cause you'll always be my baby
And we'll linger onTime can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling cause you'll always be my my baby....
Always be my baby

Tipat Cantok


Tipat Cantok adalah salah satu makanan favorit orang Bali, makanan yang berbahan dasar dari ketupat ini sudah dari beberapa puluh tahun lamanya ngetrend dan tidak ada matinya. disiram dengan bumbu kacang, tipat cantok ini ditemani dengan beberapa sayuran seperti buncis, kacang panjang, toge, dan kadang pake tahu atau tempe. Tipat Cantok ini dapat dibeli disetiap sudut Bali, dengan ciri khas yang berbeda beda tergantung dari cara menyajikan disetiap kota di Bali. Kalau saya dulu mengenal ini adalah ketoprak karean memiliki ciri dan penyajian yang sama. Tapi yang ini tidak ditemani dengan kerupuk, ini merupakan salah satu makanan terbaik yang ada di negeri ini dan biasanya setelah makan tipat cantok, kita lanjut dengan makan rujak kuah pindang gula .. dan es teh manis .. makanan yang sangat sederhana ini adalah makanan yang terbaik ... bila temen2 pengen nyobain .. jangan lupa contact saya .. nanti saya anter ke tempat yang terbaik deh ...

Sunday, November 02, 2008

Rujak Kuah Pindang Gula


Rujak Kuah Pindang adalah kombinasi dari beberapa buah-buahan segar yang hampir mirip dengan rujak manis atau rujak gula. Contoh buah yang digunakan mirip dengan rujak gula seperti bengkuang, pepaya, kedongdong, mentimun, belimbing , dan lain-lain. Buah-buahan ini dikupas kemudian dipotong kecil-kecil. Yang membedakannya dengan rujak biasa adalah pelengkapnya, yakni kaldu yang terbuat dari ikan, garam, terasi, dan cabai. Semua bahan pelengkap itu digiling sampai lembut, tapi tidak diberikan air lagi karena dicampur kuah pindang (kaldu ikan) sudah encer. makanan ini khas dan hanya dimiliki di Bali saja karena kreativitas orang bali yang begitu tinggi dan seni menjadikan ini suatu makanan yang sangat berselera bagi orang2 bali tanpa terkecuali untuk anak, dewasa bahkan emak emak sekalipun. di Denpasar, ada beberapa penjual rujak .. tapi yang terbaik itu ada di banjar gelogor ... dan bagi saya itu adalah penjual rujak terbaik di negeri ini .. yang lain gak ada yang ngalahin ... cobain deh!!!!


Blogspot Template by Isnaini Dot Com Powered by Blogger and Local Jobs